Isim Mutsanna

Posted on

Hallo sobat, rumussoal.com kali ini kami akan meyampaikan materi tentang Isim Mutsanna dalam islam – lengkap dengan pengertian, bacaan arab, latin, contoh, serta, faedahnya.

Isim Mutsanna – MUTSANNA (المُثَنَّى) adalah kata benda yang menunjukkan angka atau angka dua dalam Lafaz dan artinya dan ditandai dengan penambahan huruf alif dan sekarang (انِ) atau ya dan sekarang (يْنِ).

Untuk pembahasan lebih lengkap lansung saja simak artikel kami di bawah ini..?

Apa Itu Isim Mutsanna

Isim Mutsanna adalah Isim yang menunjukkan dua makna Mudzakkar atau Muannats dengan menambahkan Alif dan Nun di akhir Marfu ‘dan Ja’ dan Nun di Manshub dan Majrur.

Huruf harakat sebelum huruf tambahan ditulis dan vokal kasrah.

Isim mutsanna juga disebut isim yang menunjukkan dua laki-laki atau dua perempuan, menambahkan Alif dan Nun ke Isim Mufrad ketika Rafa ‘, dan dengan Ya’ dan Nun saat Nashab dan Glass.

Huruf sebelum ya ‘mutsanna rusak ketika teks dan kaca dan biarawati digunakan di semua negara bagian i’rab.

Isim Mutsanna adalah istilah yang berguna untuk menunjukkan angka dua.

Misalnya pada kalimat berikut:

Dua Muslim (مُـسْـلِـمَانِ – مُسْــلِـمَـيْنِ) (muslimaani atau muslimaini);

Dua Muslimah (مُسْـلِـمَــتَـانِ – مُـسْلِـمَـتَـيْـنِ) (muslimataani atau muslimataini).

Nah cara melakukan isim mutsanna adalah sebagai berikut:

“Di Harokat, yang berada di akhir Isim, Mufrod diganti dengan Fathah, dan di akhir kata Alif dan Nun atau Ja dan Nun, dan di mana bagian biarawati adalah Dikashroh.

Contoh Bacaan Isim Mutsanna

  • (بَيْتَانِ) atau (بَيْتَيْنِ) berarti 2 rumah.
  • (وَلَدَانِ) atau (وَلَدَيْنِ) berarti 2 anak.
  • (سَيَّارَتَانِ) atau (سَيَّارَتَيْنِ) berarti 2 mobil.
  • (قَلَمَانِ) atau (قَلَمَيْنِ) berarti 2 pena.
  • (سَؤَالَانِ) atau (سُؤَالَيْنِ) berarti 2 pertanyaan / pertanyaan.
  • (طَبِيْبَانِ) atau (طَبِيْبَيْنِ) berarti 2 dokter (lk).
  • (فَتَاتَانِ) atau (فَتَاتَيْنِ) berarti 2 wanita muda.
  • (جِدَارَانِ) atau (جِدَارَيْنِ) berarti 2 dinding.
  • (طَائِرَتَانِ) atau (طَائِرَتَيْنِ) berarti 2 tingkat.
  • (ثَوْبَانِ) atau (ثَوْبَيْنِ) berarti 2 jubah.

Contoh Isim Mutsanna dalam kalimat

  • (نَامَ الطِّفْلَانِ) Dua anak kecil sedang tidur.
  • (قَرَأَ الطَّالِبَانِ الكِتَابَ) Dua siswa sedang membaca buku.
  • (اِشْتَرَى الأَبُ ثَوْبَيْنِ جَمِيْلَيْنِ) Ayah membeli jubah.
  • (سَافَرَ الوَالِدَانِ لِلْعُمْرَةِ) Ayah ibu memilih umrah.
  • (حَفِظَ أَحْمَدُ حَدِيْثَيْنِ فِي اليَوْمِ) Ahmad menghafal dua hadits dalam satu hari.
  • (عَبْدُ اللهِ لَهُ زَوْجَتَانِ صَالِحَتَانِ) Abdullah memiliki dua istri yang baik.

Bentuk Isim Mutsanna Dalam Dua Wujud

Isim Mutsanna dapat dibagi menjadi dua bentuk karena adanya perubahan vokal terakhir atau I’rab ketika menempati banyak posisi, sehingga terjadi perubahan i’rab.

Bentuk Isim Mustanna

Isim mutsanna adalah semua isim yang menunjukkan dua laki-laki atau dua perempuan, menambahkan Alif dan Nun ke Isim Mufrad ketika Rafa ‘, dan dengan Ya’ dan Nun saat Nashab dan Glass.

Huruf sebelum ya ‘mutsanna rusak ketika teks dan kaca dan biarawati digunakan di semua negara bagian i’rab.

Contoh:

حَضَرَ الْمُهَنْدِسَانِ – زُرْتُ دَولَتَينِ – مَرَرْتُ بِسَيِّدَتَينِ
Kedua insinyur itu ada di sini – saya mengunjungi dua negara – saya bertemu dengan dua nyonya.

Isim yang diredam haruslah Mufrad, Mu’rab dan bukan Murakkab. Oleh karena itu, Mutsanna dan Jama tidak bisa dimakan. Begitu pula Isim Mabni, seperti Isim Kondisi, Istifham, dan lainnya.

Isim Maqshur Mamdud duduk

Sebuah. Ketika isim maqshur dihancurkan, seseorang harus melihat alif.

  • Jika ini adalah huruf ketiga, Alif akan kembali ke aslinya (yaitu berubah menjadi Wawu atau Ya tergantung aslinya).

Contoh:

(عَصَا (عَصَوَانِ – عَصَوَينِ) – فَتَى (فَتَيَانِ – فَتَيَين)

  • Jika di huruf keempat atau lebih akan diubah menjadi “Ya”.

Contoh:

(مُسْتَشْفَى (مُسْتَشْفَيَانِ – مُسْتَشْفَيَينِ
b. Jika isim manqush dimatikan, huruf ya ‘akan dikembalikan jika sebelumnya telah dihapus.

Contoh:

(مُحَامِ (مُحَامِيَانِ – مُحَامِيَينِ)
c. Jika isim mamdud dimutilasi, maka hamzahnya harus dilihat.

  • Kalau untuk Ta’nits akan diganti menjadi Wawu.

Contoh:

(خَضْرَاء (خَضْرَاوَانِ – خَضْرَاوَينِ)

  • Jika asli, persis seperti sebelumnya.

Contoh:

(فَضَاء (فَضَاءَانِ – فَضَاءَينِ)

  • Jika sebelumnya ada perubahan dari ya ‘atau wawu, maka hamzahnya diperbaiki atau diubah menjadi wawu.

Contoh:

بِنَاء (بِنَاءَانِ atau بِنَاوَانِ) Aslinya ya ‘, dari بَنَى يَبْنِي

سَمَاء (سَمَاءَانِ atau سَمَاوَانِ) Aslinya wawu, dari سَمَا يَسْمُو

Sekarang hapus Mutsanna saat dimaafkan
Nah Mutsanna dihapus saat menjadi Mudhaf.

Contoh:

حَضَرَ مُدَرِّسَا اللُغَةِ الْعَرَبِيَّةِ
Kedua guru bahasa Arab itu hadir.

(Biarawati di (مدرسان) dihapus)

Contoh:

تَقَعُ بَنْهَا بَينَ مَدِينَتَيِ الْقَاهِرَةِ وَطَنْطَا

Kairo dan Tanta.

Lafadz bil Mutsanna fi I’rabih

Isim Mulhaq (disamakan) dengan mutsanna dalam kaitannya dengan i’rab ada 5 lafadz:

اِثْنَانِ – اِثْنَتَانِ – ثِنْتَانِ – كِلَا dan كِلْتَا (jika dikonversi ke Dhamir).

Mutsanna isim pada awalnya adalah sebuah Mufrad isim, yang ditambahkan alif dan sekarang atau ya ‘dan sekarang. Hanya saja Lafadz yang lewat tidak memiliki mufrad, tetapi artinya menunjukkan Mutsanna.

Oleh karena itu mulhaq-kan (disamakan) dengan mutsanna dalam arti i’rab, yang diartikan dengan alif dan diucapkan dan dilafalkan sebagai ya ‘.

Berikut penjelasan singkat penggunaan Lafadz (كِلَا dan كِلْتَا).

كِلَا (untuk mutsanna mudzakkar) dan كِلْتَا (untuk mutsanna muannats) adalah dua istilah yang hanya digunakan dalam keadaan mudhaf. Keduanya tidak diterima, kecuali Dhamir Mutsanna atau Isim Ma’rifah Mutsanna.

  • Jika diubah menjadi Dhamir Mutsanna, itu Taukid dan Dii’rab seperti I’rab Mutsanna [1].

Contoh:

رَأَيْتُ السَّيِّدَتَينِ كِلْتَيهِمَا
Saya telah melihat kedua kekasih.

(كِلْتَي: Taukid Manshub dengan ya ‘)

مَرَرْتُ بِالطَّالِبَتَينِ كِلْتَيهِمَا
Saya lulus semua siswa.

(كِلْتَي: Taukid Majrur dengan yes ‘)

  • Bila diubah menjadi isim ma’rifah mutsanna, maka keduanya dii’rab dengan i’rab isim maqshur, dirafa’kan dengan dhamma muqaddarah di atas alif, dibacakan dengan fathah muqaddarah pada alif dan disejajarkan dengan muqaddarah kasrah atas alif. Isim kemudian sebagai mudhaf ilaih majrur.

Contoh:

كِلَا الرَّجُلَينِ مُجْتَهِدَانِ أَوْ كِلْتَا السّيِّدَتَينِ مُجْتَهِدَتَانِ
Kedua pria itu pekerja keras

Kedua kekasih itu pekerja keras. (Jika rafa ‘)

رَأَيتُ كِلَا الرَّجُلَينِ أَوْ كِلْتَا السَّيِّدَتَينِ
Saya melihat dua pria atau dua kekasih. (Jika teks)

مَرَرْتُ بِكِلَا الرَّجُلَينِ أَوْ كِلْتَا السَّيِّدَتَينِ
Saya bertemu dengan dua pria atau dua kekasih. (Jika kaca)

Yang lebih fasih adalah menggantinya dengan Dhamir Mufrad atau menggambarkannya dengan Isim Mufrad karena memegang Lafadz.

Contoh:

{كِلْتَا الْجَنَّتَينِ آتَتْ أُكُلَهَا}
“Kedua kebun itu menghasilkan buah.” (Al Kahfi: 33)

Terkadang menjaga artinya.

Demikian yang dapat kami samaikan pembahasan tentang Isim Mutsanna dalam islam yang dikutip dari ayat-ayat suci Al Quran, semoga pemahaman yang singkat ini dapat bermanfaat.