Konstruksi Jembatan

Posted on

Hallo sobat, rumussoal.com kali ini kami akan menyampaikan materi tentang Konstruksi Jembatan – lengkap dengan penjelasan, Fungsi, Jenis dan Strukturnya supaya lebih mudah dipahami.

Jembatan – adalah struktur bangunan yang dibuat guna untuk menyeberangi jurang seperti danau, sungai, bahkan laut dan biasanya sarana untuk jalan raya ataupun rel kereta api.

Langsung saja simak pembahasan dibawah ini…?

Apa Itu Konstruksi Jembatan

konstruksi-jembatan

Konstruksi Jembatan – adalah suatu pekerjaan dalam bidang sipil, konstruksi jembatan dapat terealisasi jika memenuhi kebutuhan seperti struktur pada tujuan pembangunan jembatan, fungsi dari konstruksi itu sendiri.

Dalam pembangunan sebuah jembatan tentunya harus dibutuhkan sebuah pondasi yang kuat dengan tujuan untuk dapat menahan seluruh bebanyang ada pada jembatan ke dasar tanah.

Beberapa jenis instrument yang sering biasa digunakan dalam sebuah pembangunan pondasi jembatan yaitu inclinometer, PDA, dan lainnya.

Jenis pondasi yang sering digunakan untuk sebuah konstruksi jembatan yaitu reinforced concrete pile, composite piles steel pile, precast prestressed concrete pile, concrete cast in place.

Dengan konstruksi pondasi yang sangat kuat maka suatu jembatan dapat berfungsi dengan baik dan bisa menahan semua beban yang diterima.

Baca Juga: Teknik Olah Tubuh

Fungsi Pada Jembatan

jembatan

Pada umumnya jembatan berfungsi sebagai sarana penghubung antara 1 tenpat ke tempat lainya yang memang sulit untuk dilalui tanpa adanya suatu bangunan jembatan.

Jembatan dalam fungsinya terbagi dalam 3 jenis, yaitu:

  • Jembatan Pejalan Kaki

Yang pertama ini adalah jembatan pejalan kaki atau jembatan penyebrangan orang, jembatan ini sering kita lihat pada jalur penyebrangan ataupun di halte busway.

  • Jembatan Jalur Kereta Api

Jembatan jenis ini dibangun dengan khusus untuk jalur kereta api yang memungkinkan oenghubung antar pulau, jembatan kereta api ini juga pada umumnya tidak terlalu besar dibandingkan dengan jembatan jalur lalu lintas umum, karena ini dikhususkan hanya untuk kerta api saja.

  • Jembatan Jalan Raya

Jembatan jalan raya dibangun sesuai untuk kebutuhan sarana penghubung transportasi, umumnya jembatan ini dibangun diatas danau, laut, dan semacamnya yang tidak dapat dilalui menggunakan jalan yang ada pada daratan.

Baca Juga: Pengertian Daya Tahan Tubuh

Bentuk Dan Jenis Konstruksi Jembatan

Tak hanya fungsi dalam sebuah konstruksi jembatan, setiap jembatan memiliki bentuk, jenis dan ciri nya tersendiri tetapi dengan kebutuhan apa sebuah konstruksi jembatan itu dilakukan, simak ulasanya dibawah ini.

  • Cable Stayed Bridge
kabel

Jembatan cable stayed adalah suatu jembatan yang menggunakan kabel sebagai bahan satuan pemikul beban pada lantai, pada cable stayed kabel langsung ditummpu oleh tower yang ada pada sisi jembatan.

Jembatan cable stayed memiliki titik pusat yang relatif pada rendah posisinya sehingga jembatan yang sejenis ini amat baik digunakan untuk daerah dengan ancaman resiko gempa dan digunakan sebagai variasi panjang bentang 200 sampai 700 meter.

  • Beam Bridge
beam

jembatan grider, itu lah istilah yang dikenal pada umumnya, desain kontruksi ini merupakan desain yang sangat sederhana dalam konstruksi membuat sebuah jembatan, umumnya juga jembatan ini berbentuk horizontal tegak lurus, dengan tiang vertikal guna sebagai tiang pancang untuk dapat memperkokohnya.

Biasanya, sebuah tiang pancang terbuat dari material baja atau material beton yang ditancapkan ke dalam dasar tanah.
Konstruksi beam bridge biasa digunakan juga untuk menghubungkan dua dataran yang tergolong tidak terlalu jauh, seperti daratan yang dipisahkan oleh sungai atau muara.

  • Suspension Bridge
sus

Yang dimaksud suspension bridge adalah jembatan gantung atau biasa dikenal dengan jemabatan layang, sistem struktur dasar jembatan gantung adalah berupa kabel utama yang bertumpu untuk memikul kabel gantung.

Lantai jalur tengah jalan pada jembatan biasanya juga tidak dapat terhubungkan seacara langsung oleh pilar, dikarenakan materi pemikulan gelagar terdapat di sebuah kabel, apabila terjadi sebuah beban angin dengan intensitas yang sangat tinggi jembatan dapat ditutup dengan cepat dan arus lalu lintas dapat segera dihentikan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah sebuah hal kecelakaan lalulintas yang terjadi akibat rawan nya mengemudi kendaraan dalam guncangan yang tinggi, pemasangan suatu gelagar pada jembatan jenis gantung dilakukan setelah sistem kabel telah terpasang.

Kabel sekaligus merupakan salah satu bagian dari struktur launching pada sebuah jembatan, jembatan ini pada umumnya di pergunakan untuk salah satu panjang terbentang dengan panjang sampai 1800 meter.

  • Truss Bridge
arch

Truss Bridge adalah sebuah jembatan yang bentuk dasar konstruksi nya lebih kokoh dikarenakan menggunakan full kerangka truss yang berbentuk triangular.

Meski tidak menancap ke dasar tanah, namun tiang jembatan menjadi lebih sangat kaku karena bentuk dari segitiga yang dapat menghubungkan tiang yang satu dengan tiang segi lainnya.

Selain itu juga, garis garis diagonal yang berada pada tiang jembatan juga sangat berfungsi untuk mentransfer semua beban ke area yang lebih luas dari titik awal, sehingga semua beban tak dapat berkumpul di salah satu titik.

  • Arch Bridge
arc

Arch atau berarti lengkungan di dalam bahasa inggris, merupakan sebuah jembatan yang dibuat secara bentuk melengkung layaknya busur di panah. Meski secara konstruksi Arch Bridgelebih dikenal dengan menghemat material atau tidak membutuhkan banyak material.

Namun secara ketahanan, arch bridge memiliki desain lebih kuat dibandingkan dengan beam bridge maupun truss bridge.

Baca Juga: Gerakan Jalan Cepat

Komponen Pada Jembatan

Berikut ini kami jelaskan mengenai komponen atau hal hal apa saja yang ada pada sebuah jembatan.

  • Expansion Joint
expansion

Salah satu komponen ini merupakan salah satu sambungan yang sifatnya fleksibel sehingga semua saluran yang akan disambungkan akan memiliki toleransi untuk dapat bergerak.

Expansion joint adalah bahan yang dipasangkan pada antara kedua bilah bidang lantai atau beton untuk sebuah kendaraan atau dapat juga sebagai sebuah pertemuan antara konstruksi jalansebagai media lalu lintas yang juga akan melalui jembatan.

  • Bearing
bearing

Bearing atau bantalan yang berfungsi sebagai alat untuk dapat mengurangi gesekan pada benda yang sedang bergerak secara linear maupun rotasi, bearing merupakan sistem keseluruhan dari suatu sistem bagian yang ada pada komponen keseluruhan jembatan.

  • Span
spin

Dalam metode segmental, girder atau balok, balok akan diangkat satu per satu dengan cara bertahap, segmen segmen yang tadi baru akan dirangkai menjadi satu kesatuan setelah ditempatkan sesuai dengan posisi jembatan yang akan dibangun. Metode ini cocok digunakan pada girder beton.

Bentangan yang berada di antara dua intermediate sebagai pendukung, material yang dapat digunakan untuk bahan pembuatan span sangat beragam dan banyak macamnya seperti baja, kayu, beton dan lainnya tergantung juga dari jenis dan bahan beban yang diterima suatu jembatan.

Baca Juga: Unsur Unsur Lagu

Struktur Atas

  • Trotoar
trotoar

Jalur trotoar untuk pejalan kaki ini yang biasanya sengaja dibuat lebih tinggi akan tapi tetap sejajar dengan jalur utama pada tengah jembatan, tujuannya agar supaya pejalan kaki lebihdapat berhati hati lalu aman dan bisa dilihat oleh pengendara yang sedang melintas.

  • Girder
girder

Bagian pada struktur atas satu ini yang berfungsi untuk menyalurkan keseluruhan beban pada kendaraan khususnya untuk bagian di atas ke bagian bawah.

  • Balok Diafgrama
okeeeee

Salah satu bagian di penyangga dari gelagar pada jembatan yang bentuknya memanjang dan hanya dapat difungsikan sebagai gerbong dan penyangga bentuk biasa salah satu bentuk lain sebagai pemikul keseluruhan beban plat di lantai.

Baca Juga: Kebugaran Jasmani

Struktur Bawah

  • Abutment
abutment

Salah satu bagian bawah jembatan yang berada pada kedua ujung kanan dan kiri pilar pilar pada jembatan, fungsi dari abutment yaitu adalah untuk menahan seluruh beban seperti kendaraan, angin, badai dll dan juga beban pada jembatan.

Abutmen juga terdiri dari beberapa bagian yaitu:

  • Dinding Penahan
  • Dinding Sayap
  • Dinding Belakang
  • Tumpuan Bearing
  • Pilar Jembatan
  • Dan Plat Injak

Jadi, sekian dulu ya sobat rumussoal.com untuk penjelasan mengenai materi pembahasan Konstruksi Jembatan semoga materi ini dapat bermanfaat untuk semua sobat rumussoal.com, sekian dan terimakasih.

Baca Artikel Lainya >>>>>