Tari Hiburan

Posted on

Hallo sobat, rumussoal.com kali ini akan menyampaikan materi tentang Tari Hiburan sebagai pertunjukan – Meliputi dari dengan pengertian dengan penyajian yang estatik dan keunikannya, supaya mudah dipahami.

Untuk lebih jelasnya langsung saja simak pembahasan di bawah ini….?

Tari Hiburan Adalah

Tari-Hiburan

Tari hiburan ialah tari yang bertujuan untuk menghibur para penonton, dan memiliki berbagai bentuknya dengan tari yang menjadi sumber dalam mengungkapkan tari.

Pada tarian yang sifatnya berfungsi untuk tarian penghibur hadir ketika manusia memerlukan aktualisasi perasaan dan kebahagian, kegembiraan, atau hasrat yang bagus.

Dengan gerakan ini langsung dari batin manusia, gerakannya yang berirama itu digunakan yang sifatnya untuk menghibur hati para penari itu sendiri.

Pernahkah kalian merasa senang, contohnya, karena memperoleh nilai bagus saat ujian, bagaimana cara kalian untuk mewujudkan kegembiraan itu, apakah dengan berjingkrak-jingkrak histeris.

Perkataan kegembiraan seperti itu mungkin sering terjadi di sekitar kita, dalam keseharian, ekspresi kegembiraan kalian bisa seperti itu, dalam karya seni tari, ekspresi seperti itu diungkapkan tidak hanya dengan saat memperoleh perasaan senang.

Tari hiburan ialah tarian yang merupakan ekspresi kegembiraan seseorang dan keterlibatan emosi penari ketika sedang menari sangat besar, penari tidak hanya bergerak untuk dilihat geraknya saja tetapi juga sengaja dibuat sedemikian rupa.

Jenis tari tersebut dominan untuk dipersembahkan dalam acara pertemuan ataupun perayaan sebagai media pergaulan yang bersifat sosial, sejak masyarakat asing banyak yang berdatangan ke Indonesia, feodalisme menjadi salah 1 faktor penyebab bagaimana perubahan pergaulan pada kaum wanita dieksploitasi karena dianggap sanggat rendah.

Demikian juga yang dialami dalam seni tari, pada saat tersebut, tari memanglah menjadi sebuah hiburan yang menarik, baik bagi para pejabat feodal, kaum bangsawan, ataupun rakyat jelata.

Baca Juga: Seni Kriya Gerabah

Tari Hiburan Pada Media Pergaulan

 Fungsi Tari Hiburan sebagai Media Pergaulan

Tarian tersebut menjadi sebuah media dalam pergaulan, yang biasanya ditarikan berpasangan antara wanita dan pria, contohnya dalam Tari Tayub, jenis tarian tersebut sering disajikan di lingkungan bangsawan dan dapat menimbulkan kesan yang negatif karena banyak para penonton yang ikut menari dalam keadaan bermabuk-mabukan pada saat sedang menari.

Melihat kondisi itulah, beberapa seniman tari Sunda (seperti Raden Sambas Wirakusuma dan Aom Doyot ) merasa sanggat perlu memberikan solusi untuk menertibkannya, karena itu, dibuatlah aturan main penyelenggaraan Tari Tayub.

Teknik penyajian Tari Tayub ini kemudian diarahkan agar lebih sopan dan positif, dengan cara yang unik dari sebuah wadah atau pada masa disebut course.

Setelah mendapat perubahan aturan menurut norma masyarakat setempat, tari tayub mempunyai nilai estetis, course yaitu diucapkan oleh lidah para bangsa Indonesia menjadi keurses.

Tidak lagi digunakan sebagai tari pergaulan, namun demikian, tari hiburan tersebut tetap saja mengutamakan kespontanan dalam gerakannya.

Penari wanita sebagai penari yang tetap, pada setiap penampilannya mengajak para penonton untuk ikut serta dalam menari bersama, dengan bentuk penyajiannya yang dapat melibatkan penonton itu, menjadikan tarian tersebut tidak mempunyai aturan yang baku.

Kebebasan dalam mengungkapkan kegembiraan antara penari maupun penonton ini juga dapat menimbulkan kesan negatif di mata kaum intelektual karena dianggap melanggar norma-norma.

Contohnya:

Seperti masuknya unsur penonton yang mabuk-mabukan dan juga kurangnya etika ataupun sopan santun yang menghalangi penonton laki-laki yang ikut serta dalam menari dengan wanita yang mengajaknya.

Namun, perlahan-lahan pertunjukannya mulai ditertibkan sehingga penyelenggaraan tari hiburan tersebut sering mengalami perubahan bentuk dan kedudukannya seperti lebih terhormat hingga saat ini.

Baca Juga: Tari Mancanegara

Tari Dalam Bentuk Sajian

Tari Pergaulan dalam Bentuk Sajian Tari Berpasangan

Berbagai macam tari pergaulan di daerah lain yang disajikan secara berpasangan, kini sudah mendapat sentuhan artistik sehingga lebih tertibfan lebih mengutamakan nilai kesopanan.

Seperti Tari Rantak Kudo (Sumatra), Tari Joged Bumbung (Bali), Tari Gandrung dan Tari Seblang (Jawa Timur), Tari Lendo Ndao (Lombok), dan Tari Yosim Pancar (Papua), banyak terdapat jenis tari lainnya yang tersebar di seluruh Nusantara yang tujuanya untuk hiburan.

Baca Juga: Fungsi Tari Sebagai Upacara

Keunikan Tari Hiburan

Keunikan Busana pada Tari Hiburan

Tari hiburan akan dapat menunjukkan ciri khasnya jika dilihat dari kostumnya ataupun alat musik yang digunakannya, orang-orang pantai yang hidup berpropesi sebagai nelayan cenderung menggunakan kostum yang berwarna cerah ataupun terang, hal tersebut dapat dikaitkan dengan karakternya yang agak keras dalam nada berbicaranya.

Mereka tinggi karena harus bersaing dengan suara-suara lainya contohnya suara deburan ombak pantai, akan tetapi, keadaan tersebut tidak mengurangi rasa kekeluargaan mereka.

Keadaan sosio kultural tersebut menciptakan jenis tarian hiburan di daerah pesisir, termasuk juga yang memiliki karakter lincah, efek karakter itu dapat diwujudkan dengan kostum warnawarni.

Dan desain sederhana, seperti baju kebaya, kain yang dililit baju kebaya, penutup kepala, hiasan kepala, dan juga sampai selendang yang digunakan sebagai properti untuk menari.

Selendang dipakai dengan cara disampirkan di pundak penari wanita. Selain sebagai busana juga, kadang selendang yang digunakan dijadikan alat untuk menarik penonton ke arena agar menari bersama, di daerah lain juga, kadang pada saat sedang pementasan sebuah tari yang bertujuan menghibur, suasananya juga sering kali dibumbui keributan.

Demikian itu dapat terjadi jika terdapat salah 1 penonton yang tidak berkesempatan menari bersama dengan salah 1 penari yang disebut ronggeng (di Jawa Barat), penari topeng semacam itu disebut juga dengan ledhek (di Jawa Timur) dan juga di janger (di Bali).

Keunikan atau kekhasan lain dari tari hiburan yang berkembang di daerah agraris, bercocok tanam, pertanian, ataupun perkebunan merupakan yang sanggat dipengaruhi kekuasaan kaum feodal.

Dan dapat membuat rakyat tunduk, harus mengikuti permintaan para pejabat agar menari di kalangan bangsawan maupun kaum feodal yang sanggat cenderung.

Menuju ke pertunjukan erotis, busana tari yang dipakai juga merupakan cara berpakaian sehari-hari, seperti kain yang dililit semata kaki, baju kebaya lengan panjang, atau baju atasan sebatas dada yang sering disebut dengan apok (Sunda) atau ampok (Bali)

Sekian sobat pembahasan dari rumussoal.com materi tentang, tari hiburan, semoga materi yang singkat ini mudah dipahami dan bermanfaat, sekian dan terima kasih.

Baca Artikel lainnya>>>>>