Bakteri Gram Negatif

Posted on

Hallo sobat, rumussoal.com kali ini penulis akan menyampaikan materi tentang Bakteri gram negatif – lengkap dengan pengertian, karakteristik, klasifikasi, faktor, ciri, contoh dan perbedaan supaya mudah dipahami.

Bakteri Gram Negatif Adalah

Bakteri-Gram-Negatif

Bakteri gram negatif – merupakan bakteri yang tidak mempunyai cara untuk mempertahankan zat warna kristak violet pada saat waktu proses pewarnaan gram.

Sehingga gram negatif akan mengahasilkan warna merah bila diamati dengan menggunakan mikroskop.

Bakteri gram negatif disebut juga dengan bakteri dinding selnya menyerap warna merah yang memiliki lapisan peptidoglikan yang sangat tipis.

Pada lapisan peptidoglikan bakteri gram negatif terletak di ruangan periplasmik antara membrane plasam dalam dan membrane luar plasma.

Baca Juga: Bakteri Gram Positif

Karakteristik Bakteri Gram Negatif

Gram-bakteri-negatif

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik dari bakteri gram negatif, diantaranya yaitu :

  • Memilik membran sel bagian dalam atau sitoplasma pada bakteri.
  • Memiliki lapisan tipis pad peptidoglikan hadir atau disebut lebih tebal dari pada bakteri yang positif.
  • Memiliki membran luar yang mengandung lipopoly saccharides atau disingkat dengan LPS, yang terdiri dari lipid A , inti polisakarida, dan antigen O ,dan memiliki di leaflet luarnya atau fosfolipid di leaflet dalam.
  • Memiliki porin yang ada di membran luar, yang bertindak sebagai pori – pori untuk muatan molekul yang tertentu.
  • Diantara membran luar dan membran sitoplasma ada ruang yang diisi dengan zat seperti gel pekat yang disebut periplasma.
  • Pada lapisan S secara langsung melekat pada membran luar dari pada ke peptidoglikan.
  • Terdapat flagella yang memiliki empat cincin pendukung pada membran.
  • Tidak ada asam teichoic atau asam lipoteichoic.
  • Lipoprotein melekat pada tulang punggung polisakarida.
  • Terdapat beberapa bran yang mengandung lipoprotein, yang berfungsi sebagai penghubung antara membran luar dan rantai peptidoglikan oleh ikatan kovalen.
  • Dibagian besar, dengan sedikit pengecualian, tidak membentuk spora.

Baca Juga: Ekosistem Buatan

Klasifikasi Bakteri Gram Negatif

Klasifikasi bakteri pada umumnya berbentuk 1 sel tunggal atau disebut uniselules, yang mana dia tidak mempunyai klorofil untuk berkembang biak dengan sel atau biner.

Karena tidak empunyai klorofil bakteri yang hidup sebagai jasat yang saprofitik ataupun sebagai jasad parasitik.

Tempat hidup bakteri tersebar dimana saja, misalnya didalam tanah, diudara, didalam air, di dalam bahan peralatan, di tanaman ataupun pada hewan dan manusia.

Berikut beberapa penjelasan dari klasifikasi bakteri, diantaranya yaitu:

1. Coccus

Klasifikasi bakteri ini merupakan bakteri yang mempunyai bentuk bulat atau bujur seperti bentuk pada telur.

Organisme coccus bisa hidup dengan sendiri, namun bisa juga hidup dalam formasi dengan bakteri lainnya, atau disebut dengan gabungan dari dua diplococci.

Ukuran dari bakteri coccus ini sekitaran 0,5 sampai 1 mikro meter.

2. Baccilli

Klasifikasi bakteri ini merupakan golongan dari bakteri yang berbentuk yang batang.

Namun ada juga genus bakteri yang yang disebut dengan bacillus, perbedaan dari bakteri ini terletak pada penulisan katanya, yang merujuk pada bentuk bakteri.

Bakteri bacccilli lebih berbentuk seperti batang tunggal, dan ada juga berbentuk secara berpasangan setelah pembelahan, kemudian mencul secara berantai.

3. Spiral

Klasifikasi bakteri ini merupakan bakteri yang berbentuk melengkung, kebanyakan bentuk bakteri sprilal ini terlihat kaku dan mempunyai kemampuan yang kuat untuk bergerak.

Bakteri spiral terbagi menjadi tiga, yaitu vibro, spiral dan spirocthes, semua bentuk bakteri ini bermacam – macam karakternya.

Baca Juga: Reproduksi Virus DNA

Faktor Yang Menyebabkan Tumbuhnya Bakteri

Berikut ini terdapat beberapa penyebab tumbuhnya bakteri, diantaranya yaitu :

  • Faktor pada sumber karbon
  • Faktor pada sumber energi, faktor ini diperlukan untuk reaksi sintesis yang membutuhkan energy dalam pertumbuhan dan restorasi, untuk gerak, pemeliharaan keseimbangan cairan, dan lainnya.
  • Faktor pada sumber nitrogen, faktor ini berguna untuk sintesis protein dan asam nukleat.
  • Faktor pada sumber garam anorganik, faktor ini khusus untuk folat dan sulfat sebagai anion, potassium, sodium magnesium, kalsium, besi, mangan yang berperan sebagai kation.
  • Bakteri tertentu juga membutuhkan faktor tambahan seperti vitamin bakteri untuks intesis metabolic esensial yang diperlukan dalam jumlah sedikit.

Ciri Ciri Bakteri Negatif

Terdapat beberapa ciri – ciri bakteri positif yang perlu diketahui, diantaranya yaitu :

  • Memiliki sitoplasmic membran pada bakteri.
  • Terdapat jenis bakteri yang kurang rentan terhadap senyawa penisilin pada bakteri.
  • Struktur pada dinding sel tipis, yaitu sekitaran 10 – 15 mm multilayer atau terdapat lapisan tiga.
  • Sangat resisten terhadap gangguan pada bakteri.
  • Pada dinding sel nya mengandung lemak dengan jumlah yang cukup banyak yaitu sekitar 11 – 12 mm.

Contoh Bakteri Negatif Positif

Berikut ini terdapat beberapa contoh dari bakterin negatif dan positif, diantaranya yaitu :

Contoh Bakteri Gram Negatif :

  • Terdapat salmonella : yang menyebabkan thypus atau salmonella thyposa.
  • Terdapat salmonelosise scherichia : yang menyebabkan gastroenteritis atau radang pada saluran cerna.
  • Terdapat escherichia shigella : yang menyebabkan disentri.
  • Terdapat seudomonas : yang menyebabkan infeksi pada luka bakar.
  • Terdapat sellicobacter : yang menyebabkan rusak lambung.
  • Terdapat haemophilus : yang menyebabkan bronkhitis pada kulit.
  • Terdapat bordetella : yang menyebabkan batuk rejan pada diri.
  • Terdapat chlamydia : yang menyebabkan pneumonia atau trauma.

Contoh Bakteri Gram Positif :

  • Terdapat staphylococus: yaitu menyebabkan impetigo atau keracunan pada makanan.
  • Terdapat streptococus : yaitu menyebabkan pneumonia atau kerusakan pada gigi.
  • Terdapat enterococus : yaitu menyebabkan enteritis.
  • Terdapat listeria : yaitu menyebabkan listeriosis.
  • Terdapat basillus : yaitu menyebabkan anthrax atau basillus.
  • Terdapat clostridium : yaitu menyebabkan tetanus atau tetani akibat luka.
  • Terdapat mycobacterium : yaitu menyebabkan tuberkulosa.
  • Terdapat mycoplasma : yaitu menyebabkan tumbuhnya jerawat akibat peumonia.

Dari semua contoh yang sudah dijelaskan, bakteri gram negatif lebih sangat berbahaya saat menyebabkan timbulnya gejala penyakit dibandingkan dengan bakteri gram positif.

Maka dari itu bakteri negatif ini dapat menghasilkan endotoksin yang memiliki enzim pada kapsula yang dapat menimbulkan resistensi terhadap antibiotik.

Baca Juga: Alat Dan Bahan Hidroponik

Perbedaan Bakteri Negatif Dan Positif

Kedua jenis dari bakteri ini memiliki beberapa perbedaan yang perlu anda ketahui, diantaranya yaitu :

  • Bakteri gram positif tidak memiliki membrane luar sedangkan bakteri gram negatif memiliki membrane luar.
  • Bakteri gram negatif tidak dapat mempertahankan zat warna kristal violet setelah dicuci dengan menggunakan alkohol atau aseton, namun pada bakteri gram positif kebalikannya.
  • Bakteri gram positif memiliki ketebalan dinding sel sekitar 20 – 30 nm, tetapi pada bakteri gram negatif hanya memiliki ketebalan dinding sel sekitar 8 – 12 nm.
  • Dinding sel pada bakteri gram positif sangat halus, sedangkan pada bakteri gram negatif memiliki dinding sel yang bergelombang serta bersentuhan dengan membrane plasma hanya dibeberapa lokus.
  • Bakteri gram positif memiliki kandungan lemak pada dinding sel yang sangat rendah, disisi lain kandungan lemak pada dinding sel bakteri gram negatif sekitar 20 – 30 persen.

Sekian sobat pembahasan dari rumussoal.com materi tentang Bakteri gram negatif, semoga pembahasan ini dapat mudah dipahami dan berguna, sekian dan terima kasih.

Baca Artikel lainnya>>>>>