Fungsi Nekara

Posted on

Hallo gaes dibeberapa artikel sebelumnya rumussoal.com sudah memberikan wawasan atau berbagai ilmu pengetahuan tentang pendidikan.

Namun kali ini kali ini rumussoal.com akan menyampaikan materi tentang Fungsi Nekara pada zaman logam – dilengkapin dengan pengertian, sejarah, motif, jenis dan bentuknya dengan harapan mudah dipahami.

Baiklah gaes untuk mempersingkat waktu langsung saja simak pembahasan dibawah ini yaaa…?

Nekara Adalah

Fungsi-Nekara

Nekara adalah salah satu bentuk drum yang dibuat dari bahan perunggu dan memiliki beragam dekorasi dengan motif dari binatang, yang dibuat setinggi pinggang.

Nekara juga sering terdapat dari sebuah budaya dari Zaman Perunggu atau Logam dengan tempat penemuan adalah Jawa, Sumatra, Bali, Kepulauan Kei, Selayar dan Roi.

Secara umum nekara memiliki bentuk yang berukuran kecil yang sering disebut sebagai moko dan dapat berfungsi sebagai objek untuk kegiatan upacara.

Nekara perunggu yang dikenal secara historis adalah sebuah piagam karena ukurannya yang sangat besar dengan ketinggian 1,98 meter.

Baca Juga: Ciri Ciri Sejarah

Fungsi Nekara

Dari penjelasan di atas tentang nekara maka kami juga akan menyampaikan fungsi nekura pada waktu zaman sejarah kuno.

Berikut ini adalah fungsi nekara meliputi.

  • Fungsi keagamaan – adalah sebagai alat dalam melakukan komunikasi atau sebagai upacara.
  • Fungsi politik – adalah salah satu bentuk alat yang digunakan sebagai tanda atau sebagai sinyal perang.
  • Fungsi sosial – adalah salah satu alat digunakan sebagai simbol status sosial dalam kekuatan magis yang religius.

Namun perunggu Nekara dikatakan sebagai simbol dari perunggu.

Baca Juga: Contoh Konsep Lokasi

Sejarah Museum Nekara

Sejarah Museum Nekara terdapat pada kabupaten dengan kepulauan Selayar yang terletak di Matalalang, Desa Bontobangun.

Pembentukan Museum itu sendiri didasarkan pada hasil dengan pertemuan pada 15 Maret 1980 di kantor Bupati Kepulauan Selayar.

Kemudian Museum Nekara secara resmi didirikan pada 2 Juni 1980 dengan nomor Kep.73 / VI / 1980.

Nama Museum ini berasal dari nama benda cagar budaya yang merupakan ikon pada kabupaten dengan kepulauan Selayar dan disimpan di Matalalang.

Bangunan Museum terletak di Jl. Jenderal Sudirman memiliki ukuran 336 m³ (42 x 8 m).

Dengan luas 1000 m² (40 x 25 m), yang dibagi menjadi beberapa kamar, seperti ruang pameran permanen 54 m², ruang administrasi 32,85 m², ruang perpustakaan 12, 80 m².

Maka pada zaman itu Museum ini memiliki 796 koleksi yang terdiri dari berbagai jenis peninggalannya.

Museum ini dikelola oleh seorang direktur museum oleh mantan walikota Makassar dan tiga karyawan dan dua penjaga keamanan.

Pada tahun 1995/1996 Museum dipindahkan ke rumah tradisional di Matalalang dalam kompleks Kerajaan Bontobangun.

Selain itu dapat dikumpulkan kedalam kantor yang akan kelolah pada kebudayaan dan Pariwisata.

Baca Juga: Teknik Membaca

Motif Hias Nekara

Beberapa bentuk nekara yang didasarkan pada makna yang berdasarkan perbandingan dari dekorasi dan budaya yang berbeda.

Berikut ini adalah beberapa motif hiat nekara adalah sebagai berikut.

Ornamen bangau – Adalah salah satu bentuk nekara perunggu yang dubuat secara alami atau simbolis yang mengembang dengan sayap yang sempit dan ekor segitiga.

  • Dalam budaya ini sebagai simbol dengan umur yang panjang atau sebagai dewa (Halle 1995: 17).

Burung hantu – adalah salah satu bentuk sebagai burung hantu dengan kepala yang bulat.

  • Burung hantu sering digunakan dalamkebudayaan jepang sebagai simbol dari burung hantu dan akan dikaitkan dengan dewi (Halle 1995: 37).

Topeng – Adalah salah satu bentuk bagian dari tubuh manusia dan diyakini memiliki kekuatan supernatural (van der Hoop 1949: 100-1).

Motif geometris – adalah sebuah motif dari nekara dan akan dilestarikan sampai perkembangan Islam di nusantara.

Geometri sebenarnya telah lama dikenal dan diterapkan pada benda-benda perunggu dari budaya pada zaman (Neolitik) dan berkembang terus menerus pada zaman Perundagium.

Ornamen Perahu – adalah salah satu bentuk nekara dalam lukisan yang dikaitkan dengan gagasan unutk membunuh roh orang mati (van der Hoop 1949: 304-7.

Baca Juga: Contoh Isi Sambutan

Jenis Jenis Nekara

Dari pembahasan diatas maka kami juga akan menyampaikan beberapa Jenis nekara diantaraya adalah sebagai berikut.

1. Nekara Moko

Nekara Moko adalah salah satu bentuk dari mahar yang digunakan untuk pusaka dengan hiasan yang penting untuk representasi kehidupan dan bukti seni prasejarah.

2. Nekara Bulan Pejeng

Nekara Bulan Pejeng adalah salah satu alat yang terbesar dengan ketinggian 1,86 meter dan diameter 160 meter.

Maka dari jenis nekara ini akan dikatakan sebagai tanda yang suci dan akan disembah oleh masyarakat setempat, yang disebut sebagai candi panataran Sasi (Bulan).

3. Nekara Selayar

Nekara Selayar adalah salah satu jenis nekara yang terdapat di kepulauan Selayar dan memiliki banyak varietas dengan dekorasinya.

4. Nekara Sangean

Nekara Sangean salah satu bentuk perunggu yang dibentuk dari kuda dengan dekorasi gembala mereka, maka dalam jenis ini akan di hubungannya dengan berbagai jenis perunggu yang lainnya.

5. Kapak corong

Kapak corong adalah kapak logam yang dibentuk degan gagang kayu yang akan dimasukkan ke corong sebagai kapak corong yang panjang di satu sisi disebut candrasa.

6. Patung perunggu

Patung perunggu adalah salah satu bentuk dari cairan logam yang berkembang dengan berbagai bervariasi dengan patung-patung yang terletak di Bangkinang.

Secara umum Patung perunggu memiliki ukuran yang kecil dan memiliki cincin di atasnya sehingga akan berungsi sebagai alat untuk menggantung patung.

Cukup sekian dulu ya gaes, yang dapat rumussoal.com sampaikan pembahasan tentang Fungsi Nekara pada zaman logam, semoga materi ini dapat bermanfaat untuk kita semua, sekian dan terimakasih.

Baca Artikel Lainya >>>>>